Hijrah bukan sekedar fashion
Hijrah itu apasih? Hijrah menurut bahasa memiliki dua arti, pertama secara zhahiriy, yaitu perpindahan dari suatu tempat menuju ke tempat yang lebih baik. Dan kedua secara ma'nawiy, yaitu perubahan dari satu kondisi kepada kondisi yang lebih baik
Lalu hijrah seperti apa saja yang harus kita lakukan? saya akan menyampaikan 5 poin tentang hijrah,
Bismillahirrahmanirrahim
1. Hijrah bukan sekedar fashion
Ada orang yang menganggap ketika mengenakan jubah gamis koko hijab berarti sudah hijrah, ibarat puzzle itu baru sekeping dari puluhan puzzle susunan lainnya, nyatanya hijrah bukan sekedar mengganti fashion dari yang terbuka menjadi tertutup, tapi juga mengganti aktifitas buruk menjadi aktifitas yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, yang awalnya nongkrong ga jelas setelah hijrah justru aktif dalam kajian² dan sebagainya
mungkin saat akan mulai hijrah kita akan dihadapkan pada beberapa persoalan tetapi ketahuilah setiap ujian akan berakhir dengan sesuatu yang indah, para pelajar akan diberikan ujian untuk memantaskan dirinya untuk masuk perguruan tinggi, begitu pula manusia akan di berikan ujian untuk memantaskan dirinya untuk masuk surga ny Allah bersama Rosulullah
2. Hijrah telinga
Apa yang kita dengar sebelum dan setelah hijrah?, Harus ada perubahan dari cara kita mendengar, yang awalnya mendengarkan ghibah fitnah aib, kini mulailah mendengar hal-hal yang bisa membawa kita lebih dekat kepada Allah, karena sesungguhnya telinga juga akan dimintai tanggungjawabnya, apa yang sering kita dengar maka hal itu akan terngiang-ngiang terbawa-bawa, bahkan bisa terbawa ke alam bawah sadar kita, yang lebih bahaya lagi bisa sampai terngiang-ngiang ke dalam sholat kita, jadi jangan heran kalo saat sholat kita selalu terngiang-ngiang apapun yang pernah kita dengar walaupun kita sebenarnya sudah berusaha keras untuk tidak memikirkannya, yang seharusnya saat sholat terngiang ayat-ayat sholawat kini malah terngiang-ngiang hal-hal yang tidak seharusnya kita ingat ketika sholat, dan itu menjadi salah satu penyebab sholat kita tidak khusyu', alhasil menjadi lupa raakat lupa sujud dan menjadi tergesa-gesa ingin cepat menyelesaikan sholat
3. Hijrah Penglihatan
fashion dan pendengar sudah hijrah, saatnya hijrah dalam penglihatan, coba renungkan apa yang sudah kita lihat dari semenjak bangun tidur sampai akan tidur nanti malam, apa semua yang kita lihat itu baik?, penglihatan menjadi salah satu ujian bagi ikhwan, banyak yang tidak bisa menahan menundukkan menjaga pandangannya (gadhul bashar) perlu dipahami gadhul bashar itu bukan berarti tidak boleh lihat, silahkan lihat silahkan pandang tapi ketika pandangan kita mengacu kepada sesuatu yang bisa menimbulkan syahwat dan dosa maka tundukkanlah tahanlah dan jagalah pandangan kita
jangan mengikuti bisikan setan, "ah gapapa aku kan cuma lihat mukanya doang" Awalnya iya tapi lama kelamaan akan timbul keinginan yang membuat pandangan kita tak lagi fokus kepada wajah, ketika sudah pada titik ini maka segera palingkan pandangan, ketika seseorang mengumbar aurat, yang mendapatkan dosa bukan hanya dia yang mengumbar, tapi kita yang melihat pun mendapatkan dosa dari tindakannya, ingat apa yang kita lihat berpotensi untuk terlintas dipikirkan kita ketika sholat
4. Hijrah lisan
Katanya udah hijrah, tapi lisannya masih mengeluarkan seisi kebun binatang (sumpah serapah), apa selama proses hijrah lisan kita sudah berkata-kata yang baik??, mungkin saja kita mengucapkan suatu kata yang terdengar biasa-biasa saja tapi orang lain bisa saja tersinggung tersakiti terganggu atas ucapan kita, lisan adalah ujian bagi akhwat, sangat sulit untuk menjauhi ghibah dan fitnah bagi para akhwat
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda:
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara yang baik atau diam (HR, Bukhari)
ada 5 hal yang terjadi ketika kita mulai membicarakan keburukan orang lain
(1) andai keburukan yang kita bicarakan itu benar maka termasuk ghibah,
(2) andai keburukan yang kita bicarakan itu salah maka termasuk fitnah
(3) saat mulai membicarakan keburukan orang otomatis pahala kita akan di transfer kepada orang tersebut
(4) andai pahala kita sudah habis di transfer maka dosa orang tersebut akan di transfer kepada kita
(5) orang yang meng-ghibah di ibaratkan seperti orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri
banyak orang tidak ingin di ghibahi dan juga tidak sedikit orang-orang yang justru tidak berfikir saat meng-ghibahi, hijrahkan lisan kita, jauhi pembicaraan yang tidak baik dan mulailah membicarakan sesuatu yang lebih baik, saat akan meng-ghibahi coba renungkan pahala yang sudah kita kumpulkan akan hilang diambil orang lain, pahala kita diambil dan dosa dia diberikan kepada kita, bangkrut tidak?
5. Meningkatkan ibadah
Sebelum hijrah sholatnya cuma subuh dan magrib, bahkan ada yang tidak sholat, saat sudah hijrah tingkatkan ibadah, mulai dengan sholat 5 waktu dan berlanjut ke tepat waktu hingga ke qobliyah ba'diyah dan tahajjud, ibadah bukan hanya sekedar sholat ngaji haji umroh tapi setiap aktifitas yang diawali bismillah juga bernilai ibadah, latih lisan kita untuk mengucapkan bismillah setiap akan melakukan aktivitas, bahkan Allah mengatur kita dalam setiap kegiatan kecil yang akan kita lakukan sehari-hari, mau makan tidur bercermin kluar masuk masjid pun ada doa nya, setiap akan berdoa biasanya diawali dengan?? Bismillah
setiap aktifitas berdilai ibadah tapi bukan berarti tidak sholat karena mengganggap ibadah bukan hanya sholat, ingat ya (bernilai ibadah)
Rasulullah bersabda:
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan 'bismillahirrahmanir rahiim', amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib)
orang yang tidak sholat termasuk golongan fasik, Melakukan perbuatan salah dengan penuh kesadaran = fasik, dia tau sholat itu wajib tapi tetap ditinggalkannya, dia tau bahwa hal yang dia lakukan itu salah tapi dia melawan pengetahuannya dan terus melakukan hal tersebut maka dia termasuk orang yang fasik, orang yang disesatkan Allah (sulit untuk mendapatkan hidayah) hidayah adalah petunjuk, hidayah ada dimana-mana tapi tidak semua orang mau mengambil dan merenungi hidayah itu
Sholat itu bagi yang islam bukan hanya untuk yang alim saja, jadi jangan beranggapan (ciee sholat, alim nih ya) ini pemahaman yang salah, tidak harus alim untuk melaksanakan sholat, tapi untuk menjadi alim perlu sholat, setiap yang bersyahadat baligh berakal wajib melaksanakan sholat, Sholat adalah tiang agama, masjid akan roboh jika tiangnya tidak kuat, iman akan runtuh bila tiang ibadahnya tidak ada, Maka jangan pernah meninggalkan sholat
4 Mazhab Hanafi Maliki Syafi'i dan Hambali sepakat bahwa sholat yang sudah tertinggal wajib di Qodho' (diganti)
Bagaimana jika tidak tau berapa jumlahnya?
Jika kita baligh umur 13 dan baru hijrah di umur 17 maka selama 4tahun kita sholat Qodho'an setelah sholat Wajib, namum jumlah pastinya kita tidak tau? Jadi kita tawakal yang penting sudah berusaha mengganti tentang kurang lebih diterima atau tidaknya itu hak Prerogatif Allah, andai kita wafat sebelum tuntas maka Allah mengampuni
Wabillaahi taufiq wal hidayah waridhoo walinaayah, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh






Komentar
Posting Komentar