Memperbaiki Akhlak
Memperbaiki Akhlak
Sebagian orang mengatakan ahklak adalah etika dan moral dalam keagamaan, tetapi ternyata berbeda
Etika = orang yang baik dalam waktu dan tempat tertentu, beda tempat beda suku beda daerah bisa beda pula Etikanya,
ambil contoh seorang pramugari akan ramah kepada kita ketika di dalam pesawat, tapi ketika sudah turun dari pesawat pramugari bahkan tidak mengenal kita lagi, karena dia hanya di tuntut untuk ramah didalam pesawat saja.
Sedangkan Ahklak tidak bisa di translate dengan Moral dan Etika karena keduanya adalah buatan manusia, sedangkan Ahklak bersumber dari Allah
kata imam Ibnu Miskawaih
dalam dalam buku tahdzibul akhlak
Akhlak adalah sifat bawaan dalam diri manusia yang membuat orang yang memiliki sifat itu melakukan kebaikan-kebaikan tanpa berfikir panjang
Jadi ketika berbuat baik tapi masih berfikir,
"ah kalo aku baik sama dia dia baik ga sama aku, kalo aku bantu dia dia bantu aku ga nantinya?" Itu bukan Akhlak, Akhlak adalah ketika kita melakukan kebaikan-kebaikan tanpa berfikir panjang, (spontan saja), melihat orang susah spontan bantu, melihat orang jatuh spontan bsama.
Zaman dulu kalau ada yang bersin maka orang langsung merespon "YARHAMUKALLAH"
(artinya: semoga Allah merahmatimu) walaupun tidak mengenalnya responnya pasti sama
Namun di zaman sekarang
ada yang kecelakaanpun, orang-orang justru merekam dan menjadikannya sebagai konten untuk diabadikan disosial media yang bahkan seisi medianya belum tentu mengenalnya
Alih-alih sigap menolong korban, manusia zaman justru sibuk dengan sosial medianya masing-masing hingga lupa untuk memperhatikan orang disekitarnya
Berhentilah memposting setiap kegiatanmu yang tidak bermanfaat karena orang yang melihatnyapun tidak akan peduli
Pernahkah kita panik saat seseorang kecelakaan namun tertawa saat sahabat kita yang terjatuh?, saya yakin banyak yang mengalami hal demikian dan tidak sedikit diantaranya justru mengejek untuk bahan candaan
Akhlak terbagi 2
1. Yang baik (akhlak karimah)
2. Yang tidak baik (akhlak (Mazmumah)
Adab itu pasti baik
Sedangkan Akhlak ada yang tidak baik disebut (mazmumah), dan yang baik disebut dengan (karimah)
1. Yang baik (akhlak karimah)
2. Yang tidak baik (akhlak (Mazmumah)
Adab itu pasti baik
Sedangkan Akhlak ada yang tidak baik disebut (mazmumah), dan yang baik disebut dengan (karimah)
Contoh akhlak yang tidak baik diantaranya sombong, iri, dengki, takabur, aniaya, ghibah dan lain sebagainya, Sebagai muslim sudah seharusnya kita menghindari hal tersebut
lalu akhlak yang baik seperti apa?
yok guys kita ambil contoh akhlak Rosulullah, setelah subscribe agama Allah, kita juga harus follow Rosulullah, dan jangan lupa like and share hadist2 beliau.
1. Ikhlas
Rasulullah terkenal dengan keikhlasannya, terutama dalam beribadah. Al-Kafawi mendefinisikan ikhlas sebagai meniatkan ibadah sehingga hanya Allah semata yang disembah. Pendapat lain menyebutkan, ikhlas adalah membersihkan hati, ucapan, dan amal
Rasulullah terkenal dengan keikhlasannya, terutama dalam beribadah. Al-Kafawi mendefinisikan ikhlas sebagai meniatkan ibadah sehingga hanya Allah semata yang disembah. Pendapat lain menyebutkan, ikhlas adalah membersihkan hati, ucapan, dan amal
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk berusaha menjadi ikhlas
Pertama, buanglah sifat tamak
Kedua, jauhi sanjungan dan pujian
Ketiga, lakukan dengan teguh.
Setelah ketiga hal tersebut dilakukan
maka keikhlasan akan muncul secara perlahan insyaallah
Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal selain apa yang dilakukan
secara ikhlas dan mengharap ridha-Nya."
(HR. An-Nasa'i)
secara ikhlas dan mengharap ridha-Nya."
(HR. An-Nasa'i)
2. Yakin dan Tawakal
Yakin dan tawakal adalah akhlak Rasulullah yang patut dicontoh setiap umat Islam dalam menjalankan segala urusan. Baik urusan agama maupun urusan dunia, Bahkan Allah telah memerintahkan umat manusia untuk bertawakal kepadanya
Yakin dan tawakal adalah akhlak Rasulullah yang patut dicontoh setiap umat Islam dalam menjalankan segala urusan. Baik urusan agama maupun urusan dunia, Bahkan Allah telah memerintahkan umat manusia untuk bertawakal kepadanya
Dalam sebuah hadits yang berasal dari Umar bin Khaththab, Rasulullah bersabda,
"Sungguh, seandainya kalian bertawakallah kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
"Sungguh, seandainya kalian bertawakallah kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
3.Jujur
Nabi Muhammad memiliki sifat shidiq (jujur). Kejujuran beliau sudah diasah sejak kecil, saat ikut berdagang bersama pamannya, Abu Thalib. Kejujuran adalah salah satu bukti keimanan seseorang. Kejujuran akan mengantarkan hidup menuju ketenangan.
Nabi Muhammad memiliki sifat shidiq (jujur). Kejujuran beliau sudah diasah sejak kecil, saat ikut berdagang bersama pamannya, Abu Thalib. Kejujuran adalah salah satu bukti keimanan seseorang. Kejujuran akan mengantarkan hidup menuju ketenangan.
Rosulullah bersabda:
"Tinggalkanlah apa yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta menggelisahkannya." (HR. At-Tirmidzi dan Ahmanabi)
4. Amanah
Amanah adalah akhlak Rasulullah yang paling menonjol. Beliau dikenal sebagai sosok yang jujur dan amanah (terpercaya), baik sebelum diutus menjadi rasul maupun setelahnya. Hal itulah yang menjadikan masyarakat Arab memilih beliau untuk menjaga barang titipan mereka
Sesungguhnya Allah, telah menjadikan amanah sebagai sifat yang melekat pada setiap nabi
أولبك الَّذِيْنَ هَدَى اللَّهُ فَبِهْدُيهُمُ اقْتَدِةُ
Artinya: "Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka." (QS. Al-An'am: 90).
5. Murah Senyum dan Selalu Ceria
Rasulullah bersabda:
"Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu." (HR Tirmidzi)
Rasulullah bersabda:
"Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu." (HR Tirmidzi)
"Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri." (HR Muslim)

Komentar
Posting Komentar