Challenge 30Day Upgrade iman




 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ 

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُلِلَّهِوَالسَّلاَمُعَلَىرَسُوْلِاللذَهشسَيِّدِنَاوَمَوْلاَنَامُحَمَّدِبْنِعَبْدِاللَّهِأَمَّابَعْدَهُ

"Puji syukur kepada Allah, doa selawat serta keselamatan biar selalu dicurahkan kepada Rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah."


insyaallah malam ini

kita akan kajian online dengan tema

*(Challenge 30day, upgrade iman)*


di awal tahun waktu yang tepat untuk merefleksikan diri, mengevaluasi perjalanan keimanan kita, dan membuat resolusi untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba


Pertama tujuan kita adalah ridho Allah, orang yang dapat surga belum tentu dapat ridho Allah, tapi orang yang dapat ridho Allah pasti dapat surga


makanya didalam ilmu tassawuf diajarkan sebelum berzikir

*"Ilahi Anta Maqsudi Waridhoka Matlubi"*

"Tuhanku (allah) engkau yang ku maksud, dan ridhomu yang ku cari"


Challenge 30hari memperbaiki diri untuk persiapan menyambut ramadhan, walaupun ramadhan masih 2bulan lagi, tapi ada baiknya kita mempersiapkan diri lebih awal, karena bisa saja dalam perjalanan 30hari memperbaiki diri nanti akan ada lika liku nya yang membuat kita bisa saja start dari awal lagi


meskipun kita akan start dari awal lagi tetap ingat bahwa Allah sangat mencintai pelaku maksiat yang gemar bertaubat daripada orang sholeh yang tidak pernah merasa salah


tapi bukan berarti kita sengaja berbuat maksiat lalu taubat agar mendapatkan cinta Allah, gak gitu konsepnya


"lebih baik merasa diri berdosa daripada merasa diri banyak pahala, karna kalau kita merasa banyak pahala kita lupa dosa, tapi kalau kita merasa banyak dosa, merasa diri tak layak masuk surga, pada merasa diri hina itulah datang kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta'ala"

–Ustadz Abdul Somad –


jadi agar kita selama perbaikan diri 30hari ini, berusahalah meninggalkan maksiat dan mendekati ketaatan


"kalau mau berbuat maksiat itu merenung dulu, merenungkan sayangnya Allah kepada kita, apa tega melepaskan sayangnya Allah dengan perbuatan maksiat yang dipilih kemudian, konsisten aja jaga itu sampai meninggal insyaallah khusnul khotimah"

– Ustadz Adi Hidayat –


1. Memperkuat Hubungan dengan Allah

Di awal tahun ini, mari kita bertekad untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah, Caranya adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah kita, seperti shalat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir. Kita juga bisa merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur'an dan mengambil hikmah darinya


Kita mulai dari sholat

1. Sholat fardhu 5waktu

(minimal gak telat), jangan langsung di gaskeun tahajjud, logikanya anak SD dikasi pelajaran SMA mana ngerti jadi bertahap, mulai dari yang basic yang pokok² dulu


2. Sholat sunnah

Mulai dengan witir 1 rakaat setelah isya agar tidak memberatkan dan menghindari resiko kesiangan bila dilakukan saat tahajjud, setelah terbiasa barulah tambah bilangan rakaatnya menjadi 3, qunut kalau ga hafal silahkan pakai doa² yang ada dalam quran 


misalnya


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana, atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban nar.


Artinya: Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.


dan jangan sekedar dibaca, tapi juga dipahami, minimal tau arti doa tersebut, agar saat lidah kita membaca pikiran kita menterjemahkan


3. Sholat sunnah duha

cukup lakukan 2rakaat sebelum berangkat kerja atau sekolah, waktu duha bisa dihitung ketika bayangan setinggi tombak, kalau gada tombak pake sapu emak pun jadi, tapi sekarang udah ada jam, jadi silahkan pakai cara kedua yaitu dengan menyamakan antara waktu maghrib dengan waktu duha, kalau magrib jam 6:10 sore berarti duha jam 6:10, lebihkan sedikit juga gapapa asal ga mepet sama jadwal yang lain


4. Sholat sunnah rawatib

Rosulullah bersabda: 

"Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka'at (sunnah rawatib) akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu:

     2 sebelum subuh

     4 sebelum zuhur

     2 setelah zuhur

     2 setelah magrib

     2 setelah isya

(HR. Tirmidzi) 


Qobliyah = sebelum

Ba'diyah = setelah 


Hukumnya sunnah muakad

sunnah yang ditekankan saking pentingnya, alau ga bisa mengerjakan semuanya minimal jangan tinggalkan semunya, maksudnya lakukan walaupun salah satunya, mulai dari 2rakaat qobliyah subuh aja dulu, biar dapet dunia beserta isinya hhe


bagi yang sudah lancar 17rakaat+12rakaat alhamdulillah sudah boking tempat disurga, dan konsisten jangan ditinggalkan, walaupun nanti ada udzur sakit misalnya, pahalanya tetap dituliskan karna kita sering mengerjakannya ketika sehat


tapi yg fardhu tetap dilaksanakan walaupun sakit, berdiri jika mampu, duduk kalau oleng, dan miring ke kanan arah kiblat kalau lemes ga sanggup keduanya, andai sakit parah di RS gabisa miring yowes terlentang aja pakai isyarat mata (kedip)


2. Upgrade hubungan sesama

Pertama hubungan dengan Allah jelas itu yang utama, selanjutnya hubungan dengan manusia, Hablumminallah Hablumminannas

Hablumminallah hubungan baik kepada Allah vertikal ke atas tanpa bercabang, sedangkan Hablumminannas hubungan baik kepada manusia horizontal tanpa membedakan suku bangsa dll, walaupun kita juga harus mementingkan saudara kita, ntah itu saudara seiman ataupun sodara sekandung, Ada skala prioritas, mana yang harus diprioritaskan didahulukan daripada yang lain


coba ingat-ingat kapan terakhir kali kita menjalin silaturahim?, dan apa alasan kita memutuskan silaturahim? 


Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka bersilaturrahimlah” (HR. Bukhari Muslim)


"Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi)." (HR Bukhari dan Muslim)


kita semua bersaudara (kecuali Zionis Israel mls aku tu 🐦)


Jika kita punya hubungan keluarga maka disebut silaturahim (kita serahim ntah sodara kandung sodara sepupu duapupu om tante dll itu disebut silaturahim) 


sedangkan bila kita tak ada hubungan keluarga tapi sama-sama islam kita juga sodara seiman disebut ukhuwah


andai dia non-muslim kita juga saudara sebangsa, dan andai beda negara kita juga saudara sesama manusia mahluk ciptaan Allah


Silaturahim hubungan kepada keluarga, sedangkan Ukhuwah hubungan kepada sodara seiman tapi tidak sekeluarga, jadi andai kita menjauhi teman itu gk termasuk memutuskan silaturahim, tapi bila menjauhi keluarga tanpa udzur syar'i itu bisa termasuk memutuskan silaturahim, waspadalah


3. Meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Agama, beda antara beribadah tanpa pemahaman dan beribadah dengan pemahaman agama, jadi jangan heran bila sholat susah untuk khusyuk, salah satunya karena gk pham apa yg dibaca, coba renungkan dari takbir sampai salam apa aja yg kita pahami?


kalau maknanya belum paham setidaknya arti dari bacaan itu yang pertama kita pahamkan, sehingga ketika lisan membaca pikiran menterjemahkan dan hati merenungi


kita gk bisa memikirkan 2hal dalam waktu yg bersamaan, oleh sebab itu penting untuk memfokuskan pikiran pada arti atau makna dari bacaan kita, agar pikiran ga kemana


teringat kata² ulama yg dikutip oleh UAS di Brunei Darussalam, kurang lebihnya seperti ini

"Pengetahuan jika tidak diamalkan maka hanya akan menjadi pengetahuan semata, cukup tau aja, tapi bila pengetahuan di amalkan barulah disebut ilmu"


dengan memahami dan mengamalkan pengetahuan agama yang kita miliki kita akan jauh dari perbuatan keji dan mungkar


pengetahuan hanya sampai diotak, contohnya : orang tau cara sholat tapi ga sholat, itu disebut pengetahuan tentang sholat, cukup tau aja 🐦


ilmu adalah pengetahuan yang diamalkan (dilakukan) contohnya : orang tau cara sholat dan dia melaksanakan melakukan sholat, itu disebut ilmu sholat


Lanjut

Pemahaman agama, 

orang yang tau belum tentu paham, tapi orang yang paham pasti tau, contohnya orang yang tau cara sholat belum tentu paham isi bacaan sholat


Apa manfaat paham bacaan sholat? salah satunya untuk khusyuk seperti yg kita bahas tadi


Cara upgrade pengetahuan ilmu agama gimana?

     1. Masuk pesantren

     2. Andai terkedala untuk masuk pesantren setidaknya hadir di Majlis ilmu

     3. Andai terkendala juga maka bisa dengan kajian online melalui zoom ataupun live

     4. Masih terkendala juga?, bisa dengan menonton rekaman video kajian

     5. Baca buku, ada banyak buku yang bisa kita baca dan pelajari, namun berhati-hati jangan sampai kita membeli Buku-buku yang dapat mengkritiskan menggoyahkan iman kita, karna iman kita yang awam ini belum cukup kuat untuk menghadapi hal semacam itu

     6. Kalau waktu terbatas ntah sibuk kerja atau sekolah dan lainnya, silahkan nonton tanya jawab aja, singkat padat, kalau nonton kajian itu bisa 1jam+, tapi kalau nonton tanya jawab paling 1 pertanyaan 2 sampai 10 menit





Komentar

Posting Komentar