Jangan berputus asa atas rahmat Allah

 
Jangan berputus asa
atas rahmat Allah


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُلِلَّهِوَالسَّلاَمُعَلَىرَسُوْلِاللذَهشسَيِّدِنَاوَمَوْلاَنَامُحَمَّدِبْْنِعَبْدِاللَّهِأَمَّابَعْدَهُ
"Puji syukur kepada Allah, doa selawat serta keselamatan biar selalu dicurahkan kepada Rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah."
insyaallah kali ini saya akan menyampaikan materi,,dan kita akan mantapkan di sesi tanya jawab.
izinkan ana sebagai pemateri/narasumber pada malam hari ini menyampaikan sebuah materi dengan tema 👇
*"Jangan putus asa atas rahmat Allah"*
Ok malam ini kita akan kaji 
kitab Arrisalah al Qusyairiyah
Karya Syekh Al-Qusyairi
Alias Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi

Pelajaran Pertama
kalau baca buku ingat siapa penulisnya dan apa isi bukunya, dan jangan beli buku yang menerangkan Hadist tapi tidak menjelaskan Hadist tersebut ada dikitab apa, ini pesan Ustadz Abdul Somad di beberapa kajiannya

dan pada kajian kali ini kita akan ambil kisah² dari kitab tersebut yang berkaitan dengan (Taubat)

loh kok taubat? tadi katanya tema *jangan berputus asa atas rahmat Allah,* kok sekarang malah *taubat?*

gk konsisten ni pemateri 🐦

jadi gini guys, apa korelasi antara putus asa dari rahmat Allah dengan taubat??

karna orang yang sudah taubat dan kembali berbuat salah, biasanya akan putus asa dari rahmat Allah

*dia merasa* 
Allah tidak akan mengampuninya lagi karna dia beranggapan *sudah mengecewakan Allah,* padahal Allah tidak sama seperti mahluk

kalau mahluk dikecewakan tentu dia tak ingin atau susah untuk berinteraksi dengan yang mengecewakan, tapi Allah? seburuk apapun dirimu jika kembali *(taubat)* maka berpeluang untuk mendapatkan cinta dari Allah

Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang gemar bertaubat daripada orang sholih yang tidak pernah merasa salah

pasti udah ga asing ama ungkapan ini karna sudah jadi ciri khas ustadz adi hidayat

Ketika cinta sudah diberikan maka kaidah cinta akan memberikan apa yang diinginkan, selama hal itu bermaslahat untuk diri kita
*(Ustadz Adi Hidayat)*

dan yang mencintai pasti memberikan yang terbaik kepada yang dicintai, mustahil cinta memberikan hal yang buruk

oleh sebab itu cinta Allah pasti memberikan yang terbaik dan melarang kita dari hal yang tidak baik, dan Allah miliki nama wahab *(Maha pemberi)* apa itu Maha? Maha adalah *tanpa batas* oleh sebab itu wahab *(pemberi_tanpa_batas)*

Bayangkan cinta manusia saja yang terbatas akan memberikan perhatian yang begitu dalam, lalu bagaimana dengan cinta Allah yang tanpa batas?

pemberiannya pun pasti baik
*karna ada cinta disitu*
respon dari cinta pasti positif, 
kalau cinta mengarahkan kita pada yang negatif *(yang_buruk)* maka itu bukan cinta

*Misal:*
kalau ada ikhwan yang bilang *aku_mencintaimu* tapi mengajak kita berbuat hal yang tidak baik *(maksiat)* maka jangan percaya, itu bukan cinta, itu hanya rasa suka yang diprovokasi oleh setan dengan memanfaatkan nafsu yang ada pada diri kita

Cinta akan memberikan yang terbaik tanpa diminta, dan cinta akan melarang dari perbuatan buruk tanpa disuruh

Karna kita gk kaji tentang cinta, kita kembali ke pembahasan awal yaitu *rahmat Allah* 🐦

QS. al-A’raf: 156 ditengah ayatnya
Allah berfirman: 
“Siksa-Ku Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki, sedangkan *rahmat-Ku meliputi segala sesuatu”*

Rahmat Allah menjadikan setiap manusia laki-laki perempuan besar kecil tua muda, mendapatkan kesempatan untuk bertaubat, dan berpeluang memperoleh cinta dari Allah

*Maka jangan berputus asa dari rahmat Allah* meskipun engkau pendosa yang baru bertaubat ataupun engkau yang sudah bertaubat lalu terjerumus ke lubang kemaksiatan yang terdahulu

*jangan pernah putus asa*
karna "Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung akan menerima taubat seseorang sebelum nyawa sampai di tenggorokan (sekarat)." 
*(HR At Tirmidzi)*

kalau kita masih bernafas saat ini, itu tandanya rahmat (kasih sayang) Allah yang membuat kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat

"Sesungguhnya Allah membuka pintu taubat di arah barat, lebarnya tujuh puluh atau empat puluh hasta. Pintu itu takkan ditutup sebelum matahari terbit (dari sana)."
*(HR At Tirmidzi)* diriwayatkan juga oleh imam Ahmad dll

kalau esok pagi kita masih mendapati matahari terbit dari arah yang wajar, bersyukurlah karna *rahmat (kasih sayang) Allah* kita masih berkesempatan untuk bertaubat pada hari itu

*Kata ustadz adi hidayat*
"hidayah itu ditebar seperti sinyal, tinggal kita mau mengambilnya atau tidak"

(mintalah fatwa pada hatimu) 
disampaikan nabi sebanyak 3x

maksudnya gimana?
pernah ga pas mau ngelakuin sesuatu pasti ada bisikan didalam hati?? antara melarang kita dari perbuatan buruk, dan mengajak kita pada perbuatan baik?

yah agak² kaya di indosiar
bedanya ini yg bisa dnger kita doang, penonton gbisa denger 🐦

malah malaikatpun gabisa tau apa isi hati kita, yang tau kita dan Allah saja

terus dari mana malaikat tau kalau kita mau berbuat baik?, ketika kita akan berbuat baik, malaikat akan mencium aroma wangi, dari aroma itulah malaikat memprediksi *(oh mau buat baik ni)*

bisikan hati yang membimbing kita untuk berbuat kebaikan dan mencegah kita berbuat keburukkan itu support dari malaikat melalui potensi takwa yang ada di dalam nafs kita (nafs/jiwa/soul)

sedangkan bisikan yang mengajak pada keburukkan itu dari provokasi setan melalui potensi fujur kita, fujur dan takwa sama² ada di dalam nafs

kata² didalam hati kita itu disebut haditsun nafsi, jadi dengarkan baik² kalau ada terbersit untuk berbuat baik, cepat² ambil, jangan ditunda apalagi di tolak

kembali lagii
hidayah itu ada dimana² tinggal kita mau ngambil atau nggak, bisa lewat pengelihatan pendengaran, 

coba kok bisa lagi males sholat malah ketmu video dakwah tentang sholat, nah itu hidayah (petunjuk) langsung deh tu malaikat mengingat di hati kita untuk ngajak sholat dll

jangan bilang ga dapat hidayah, karna hidayah sudah diberi tapi manusianya yg gk mau ngambil

jadi, kadang kita sudah diberi hidayah untuk bertaubat tapi kita tidak mengambilnya,

adapun yang sudah mengambil hidayah lalu bertaubat kemudian terjerumus kedalam kemaksiatan, dan pesimis bahwa dia tidak akan diterima lagi taubatnya
*DISINI LETAK MASALAHNYA*

ok itu baru mukadimah 🐦
kata penghantar kita blum msuk ke isi kitab ny :V




kita akan masuk ke materinya sebentar lagi, *sebelumnya* kenapa mukadimahnya panjang? *agar kita mengerti apa yang kita bahas dan paham apa yang dipelajari*

*dalam kitab arrisalah al qusyairiyyah*
Kata Syekh Al-Qusyairi
Alias *Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi* 

seandainya seseorang itu telah taubat lalu kemudian dia *khilaf/tersilap/tersalah* kembali ke perbuatan sebelumnya 1kali 2kali 3kali *(dan seterusnya)* tapi dia tetap punya keinginan yang kuat *(punya motivasi)* untuk memperbarui taubatnya, *seperti ini banyak terjadi,* Orang-orang seperti ini jangan sampai putus harapan, karena segala sesuatu itu ada tulisannya

*Ilustrasi*
👦🏻kmu kok pacaran lagi?
🤡saya kemarin udah hijrah kok
👦🏻terus??? 
🤡itulah kmarin aku khilaf
👦🏻jadi??? 
🤡ku teruskan sampai sekarang hhe

jangan sampai kaya gini
jangan putus harapan, tetap kembali taubat,

*tapi jangan gagal paham*
ini ceritanya orang yang udah taubat tapi khilaf kembali ke perbuatan yang salah, lalu *kemudian sadar* lalu dia taubat lagi, *ini ga masalah* karna dia masih punya *keinginan yang kuat untuk taubat*

*yang masalah itu ketika*
Dengan penuh kesadaran berbuat dosa, dia sadar itu salah tapi tetap dilakukannya, melawan pengetahuan agamanya *(dia tau itu salah tapi dia pura-pura ga tau pura-pura lupa)* itu namanya fasik

👳🏻‍♀️kenapa maksiat?
🤡ah nanti kan bisa taubat lagi

sengaja berbuat dosa-
dengan penuh kesadaran = fasik
tidak sengaja berbuat dosa-
karena lupa dll = khilaf
*HARUS DIBEDAKAN YA*

*(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 26)*
di ujung ayatnya
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًا ۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖۤ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَ
dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,"

apa maksud disesatkan Allah?
*ILUSTRASI*
👦🏻ustadz boleh aku ikut kajian?
👳🏻‍♀️boleh boleh
👦🏻dimana tuh?
👳🏻‍♀️di masjid Ar-Rahman dekat lapangan sepak bola, datang yaa
👦🏻okeehh siap
*10MENIT KEMUDIAN*
👦🏻ustadz aku udah di lapangan voly nih
👳🏻‍♀️terusin aja lah main voly

dia sudah diberi petunjuk
tapi dia malah tidak mengikuti petunjuk

Allah sudah berikan dia hidayah (petunjuk), *ini yang halal, ini yang haram,* tapi dia tetap juga memilih yang haram *(dengan penuh kesadaran),* lalu Allah membiarkan dia dalam perbuatan tersebut, *(sampai dia sadar dan dia ingin untuk merubah dirinya lagi)*

Allah tidak akan merubah nasib (seseorang) suatu kaum apabila ia tidak ingin atau mau merubah nasibnya sendiri *(QS. Ar-Radu' : 11)*

*setelah sadar diapun kembali*
👦🏻ustadz masih boleh ikut kajian ga?
👳🏻‍♀️boleh datang kesini sebelum jam 9 malam ya

Rahmat *(kasih_ sayang)* Allah menjadikan kita memiliki kesempatan untuk taubat selagi nyawa belum sampai dikerongkongan *(sakaratul maut hampir finish mati)* atau sampai matahari terbit dari barat

*lhilaf dan fasik bedanya apa?*
     orang yang khilaf diampuni Allah
(selagi dia masih mau taubat)
     tapi orang yang fasik 
Allah membiarkan dia dalam perbuatan yang salah, sampai dia sadar kalau itu salah dan dia kembali taubat

mungkin dia kembali taubat karna dinasehati gurunya atau dinasehati temannya

*Rosulullah bersabda:*
Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah
*(HR Al-Bukhari)*

kendaraan termewah di zaman nabi adalah unta yang merah, *(kalo sekarang ya selevel Ferrari lah atau Lamborghini lah ya)*

*HIDAYAH SEPERTI APA??*

Diriwayatkan dari ulama besar *Abu Sulayman Ad-Darani*
Saya sering mengikuti majlis qossin
*(dulu ada 2 level majlis)*
1. Majelis besar level para ulama
2. Majelis kecil qossin
mereka ga sampai level ulama, tapi jamaahnya banyak

lanjutkan 
kata *Abu Sulayman Ad-Darani*
*Suatu ketika saya datang ke majlis qossin (majelis-kecil), tapi ada kalimat yang dia ucapkan itu berkesan dihati saya (menyentuh-hati),*

*"ketika saya tegak dari majelis itu (bangun-berdiri-pergi) kesan kalimat itu hilang"*

*"saya datang lagi, saya dengarkan lagi dan berkesan lagi dihati saya, lalu setelah itu saya pulang ke rumah, saya hancurkan semua hal yang menyebabkan saya melanggar perintah Allah, sejak itu saya mulai istiqomah mendekatkan diri kepada Allah"*

Ini tentang kata² yang berkesan dihati, maka jangan melihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah apa yang dia sampaikan, dan jauhi fasilitas atau hal² yang menjauhkan kita dari Allah

*Pelajaran pertama yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah*
Imam selevel Abu Sulayman Ad-Darani aja mau ke majlis ilmu yang kecil, sedangkan kita malah pilih² mana yang pematerinya cakep ganteng terkenal langsung semangat, giliran pematerinya guru ngaji di kampung² kecil malah lemah letih lesu loyo letoy longlai lowbat

*Pelajaran ke dua dari kisah tadi*
pandanglah apa yang dia sampaikan bukan siapa yang menyampaikan, walaupun dia anak kecil tapi kalau kata²nya berkesan dihati kita, mungkin itu hidayah dari Allah yang disampaikan kepada kita melalui anak kecil itu

*Pelajaran ke tiga dari kisah tadi*
*Kata Ustadz adi hidayat*
Kadang-kadang antum ingin jadi orang baik tapi perangkat kehidupan antum dirumah tidak mendukung antum baik katanya ingin sholeh, katanya ingin sholehah tapi membuka channel di televisi yang membuat antum keluar dari kesolehan itu, untuk apa?, *(menghadirkan hal-hal yang tidak baik ke rumah)*

kita pengen jadi orang baik, tapi fasilitas kita mendorong kita keluar dari sifat baik,

katanya iman mau naik tapi buka HP yang di liat maksiat, katanya mau sholehah tapi buka wa malah ghibah, ayo muhasabah koreksi diri apa semua fasilitas yang kita punya sudah bisa atau sudah pernah membuat kita menjadi baik?

kisah tadi diceritakan kepada
*Imam Yahya bin Mu'adz*
Kata  beliau *Burung memburu pemburu*

🤡lah kok kebalik? 
👳🏻‍♀️makanya pahami

biasanya pemburu yang memburu burung, kok ini burung yang memburu pemburu?? 

maknanya
*pendakwah yang didakwahi*
biasanya pendakwah yang mendakwahi, tapi ini justru pendakwah yang didakwahi

🤡ga paham aku
👳🏻‍♀️ustadz yang diceramahi
🤡oh paham²


*Kita Lanjutkan Ke Kisah lainnya*

*Dari Syeikh Abu Ali Ad-daqqaq*
Sebagian orang yang punya keinginan yang kuat bertaubat, setelah taubat ia kembali ke perbuatan yang lama, dia berfikir: *"kalau dia kembali taubat lagi apa hukumnya?"*

*Tiba-tiba dia mendengar*
*bisikan:* "wahai fulan, ketika engkau taat kepada kami maka kami berterimakasih kepadamu, ketika engkau meninggalkan kami maka kami ulur (kami berikan tenggak waktu), kalau kau kembali kepada kami, kami tetap menerimamu

Setelah mendengarkan bisikan itu ia kembali bersemangat taubatnya, dan ia kembali melakukan amalan² amal sholeh dll

ini sulit dijelaskan bisikan itu seperti apa, karena ini sudah masuk ke pengalaman spiritual, yang tak semua orang bisa mendapatkannya


kita bahas isi bisikannya
Jangan larut dalam perbuatan dosa meskipun sudah taubat maksiat lagi taubat maksiat lagi *taubat lagi*

(1) "ketika engkau meninggalkan kami maka kami ulur" Makna diulur itu seperti istidraj

(2) "kalau kau kembali kepada kami, kami tetap menerimamu" *(pintu taubat selalu terbuka, jangan putus asa dari rahmat Allah)*

udah taubat lalu bermaksiat lalu putus asa *(kayanya ga diampuni lagi nih, yaudah terus aja lah maksiat)* ini yg salah, bisa masuk golongan fasik dan menerima istidraj dll, 

mungkin didunia senang tapi di akhirat ga ada yang tau, dan orang yang berbuat maksiat jangan dicela, jangan dipukul tapi dirangkul, jangan di injak tapi di ajak

karna saat dia kembali taubat dengan bersungguh-sungguh statusnya naik dari pendosa menjadi hamba yg dicintai Allah

Tahapan taubat
Dari kitab Arrisalah Al-Qushairiyyah

    *1. Tinggalkan maksiat*
Tinggalkan mabuk, pacaran, zina, narkoba, begadang cuma untuk game, durhaka dll
    *2. Lepas ikatan*
(keinginan maksiat didalam hati) jadi males ga pengen ga suka lagi sama perbuatan maksiat itu
    *3. Muncul kekuatan tekad yang kuat* untuk kembali taubat, punya motivasi bersemangat untuk taubat mendekatkan diri kepada Allah
    *4. Setelah itu penyesalan mendalam,* kenapa dulu aku pacaran kenapa aku durhaka kenapa harus buang waktu untuk itu semua (menyesal)
    *5. Datang rasa ingin minta maaf* kepada manusia yang pernah ia zolimi, dan minta ampun kepada Allah
    *6. Datang rasa rugi*
Merasa rugi habis waktu sia² tanpa amal sholeh, rugi uang abis buat pacaran mabuk²an, merasa rugi dengan apa yang pernah dia perbuat dulu
*Maka sempurnalah taubatnya pada saat itu*

kira² kita udah masuk tahapan ke berapa??, yuk muhasabah lagi, walaupun ada yang mengatakan taubat itu cukup menyesal, karna orang yang menyesal tidak akan mengulangi masa lalunya lagi, dan memperbaiki apa yang akan datang

syarat taubat ini ada banyak versi, tapi yang paling sering disampaikan UAS, yang mudah dilakukan

1. Menyesal dalam hati
2. Diucapkan dengan lisan
(Istigfar) 
3. Bertekad kuat untuk tidak kembali lagi


Komentar