Ringkasan : Dakwah Kok Online??


 اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Teman teman yg di rahmati oleh Allah marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dan tak lupa pula sholawat serta salam kita haturkan kan kepada Rasulullah junjungan kita dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah." 

    
    Perkenalkan saya sa'diyah Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan tausiyah singkat dengan tema Strategi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Zaman di Era 4.0

Teman teman yg di rahmati Allah prinsip dakwah Islam yg maju itulah Peradaban manusia saat ini memasuki fase baru. Fase itu disebut sebagai Revolusi Industri 4.0, yang merupakan pencapaian baru dari peradaban manusia. Fase baru ini harus direspoon oleh umat Islam terutama kita  pemuda Islam.

 Mungkin pemuda sekarang banyak yang beranggapan bahwa dakwah itu tugas orang tua, para ulama, atau ustadz padahal dakwah itu bisa di artikan memanggil atau mengajak, dakwah merupakan kewajiban yg di bawa para rasul dan di pikul oleh pengikut nya yg setia termasuk kita. Jadi siapa saja bisa berdakwah, karena dakwah itu ngajak pada kebaikan, Apalagi di zaman sekarang ada banyak sarana untuk berdakwah dan mungkin Allah membuka hati dan memberikan hidayah kepada orang lain melalui sedikit ilmu yang kita sampaikan.
    Habib Umar pernah ditanya
Kenapa perlu berdakwah di sosial media?
beliau menjawab : karena anak muda lebih banyak di sosial media daripada di masjid.
bayangin tablig akbar di masjid yang datang sampai 1000 orang, tapi ketika acara tersebut di rekam lalu di upload bagian² pentingnya maka ada kemungkinan video tersebut ditonton oleh lebih banyak orang baik yang sudah hadir atau yang berhalangan hadir, baik yang sudah beriman ataupun yang belum beriman.
Rosulullah bersabda : "Barang siapa menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim, no 1893)
andai kita share 1 video dakwah tentang sholat duha, tiba² ada yang tersentuh hatinya lalu ingin melaksanakan sholat duha karena menerima hidayah dari Allah melalui perantara kita, maka saat dia sholat kita juga dapat pahalanya yang sama tanpa mengurangi pahalanya. Dan lebih bagus lagi orang memeluk Islam karena kita maka setiap dia beramal kita mendapatkan bagian dari pahalanya tanpa mengurangi pahalanya. ada 2 Yg akan saya jelaskan. 
1. Ikhlas dalam berdakwah
jika ingin mengukur diri kita ikhlas atau tidak saat berdakwah, cobalah liat viewnya
orang yang ikhlas
tidak ada bedanya antara yang sedikit dengan yang banyak, karena dia melakukannya karena Allah
jika sudah lillah tidak akan lelah
ingat ya, tetap Semangat yang berdakwah di majlis dan sosmed, walaupun jamaah atau viewnya tak seberapa, tetap optimistis
karna yang banyak belum tentu berkah, dan yang sedikit bisa jadi lebih ikhlas
Dakwah yang viewnya banyak bisa saja membuat kita lupa dengan tujuan dakwah.

2. Berdakwah dan bersyariat  
 knp kita berdakwah harus bersyariat, karena kita hidup harus ada aturannya, main bola aja ada aturannya, bahkan memasak pun ada aturannya. jadi dalam berdakwah di sosial media harus kita perhatian halal haramnya juga misalnya: 
1. Jangan upload media baik foto ataupun video yang mengandung unsur atau objek-objek yang dilarang
2. Jangan menebarkan hoax
3. Jangan mencela seseorang dalam video foto ataupun dalam caption nya 
4. Jangan mengupload video yang tidak lengkap penjelasannya, pastikan dalam video itu sudah jelas apa yang akan disampaikan, jangan asal potong video nya.

banyak konten kreator yang berdakwah tapi lupa syariat, mengupload video dakwah yang menampilkan video lucu dengan audio dakwah, tanpa memperhatikan aurat yang mungkin tertangkap didalam video/foto tersebut, jika memang didalam konten dakwah itu terdapat aurat baik laki-laki atau perempuan lebih baik jangan di post,
Saya sebutkan beberapa aurat yg di anggap biasa di zaman sekarang misalnya
Bagi Akhwat : 
1. Lekuk tubuh
2. Pergelangan tangan 
3. Rambut yang keluar dari hijab
4. Hijab tidak menutup area dada

    jadi semisal ada hal² semacam ini ada baiknya jangan diposting, hindari walaupun itu bukan aurat kita tapi kita ikut menyebarkannya dan hal itu bisa menjadi dosa, dan dosa jariah bagi yang diposting ataupun yang memosting.
ustadz adi hidayat menghimbau untuk menghapus gambar yang mungkin tak sengaja masuk objek-objek terlarang atau terbuka auratnya.

ustadz abdul somad menjelaskan untuk tidak memposting foto perempuan di medsos, karena sekarang ada banyak cara orang berbuat dosa. dulu merubah muka menjadi tua, sekarang ada merubah yang bebaju jadi tak bebaju nauzubillah, dan hal ini beberapa kali disampaikan oleh konten kreator yang memang paham tentang bahayanya, bahkan foto wanita bercadar sekarang diperjual belikan di platform tertentu, dan cadar atau niqob dijadikan salah satu bentuk penyamanaran untuk membuat video yang tidak senonoh
jadi berhati-hati, pikir berkali-kali sebelum memposting foto perempuan, baik itu diri sendiri, orang lain ataupun hal-hal yang dapat membangkitkan nafsu.

adapun foto atau video yang hanya menampilkan wajah sebagai bentuk dakwah itu kecil kemungkinannya untuk di salahgunakan, tapi sekecil-kecilnya tetap ada resikonya jadi berpikir lagi dan lebih berhati hati.

Hanya itu yg dapat saya sampaikan semoga ada manfaat untuk kita semua terutama diri saya sendiri. Saya minta maaf jika ada kesalahan kata atau perbuatan, Karna semua kesalahan datang nya dari saya sendiri dan kebenaran datang nya dari Allah.

Pemateri : Nicosurya
Peringkas : Halimatus sa'diyah

Komentar