Introvert juga bisa berdakwah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُلِلَّهِوَالسَّلاَمُعَلَىرَسُوْلِاللذَهشسَيِّدِنَاوَمَوْلاَنَامُحَمَّدِبْنِعَبْدِاللَّهِأَمَّابَعْدَهُ
"Puji syukur kepada Allah, doa selawat serta keselamatan biar selalu dicurahkan kepada Rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah."
insyaallah kali ini saya akan menyampaikan materi,,dan kita akan mantapkan di sesi tanya jawab.
izinkan ana sebagai pemateri/narasumber pada malam hari ini menyampaikan sebuah materi dengan tema 👇
*`"INTROVERT JUGA BISA BERDAKWAH??"`*
Saat ini kita (gen z) hidup di era digitalisasi yang dimulai pada tahun 1990/2000, dan masih terus berkembang hingga saat ini, dengan kemajuan teknologi yang pesat menjadikan dakwah tak lagi terbatas pada ruang dan waktu, dengan memanfaatkan internet semua orang dapat belajar banyak hal, tentunya pelajaran yang diterima juga harus dipilah pilih, mengingat banyaknya pemahaman menyimpang dari ketentuan agama.
Mengenai dakwah, mungkin pemuda sekarang banyak yang beranggapan bahwa dakwah itu adalah tugas orang tua, para ulama, atau ustadz, nyatanya dakwah itu bisa di artikan memanggil atau mengajak, (mengajak pada kebaikan), dan melarang dari keburukkan, atau lebih kita kenal sebagai amar ma'ruf nahi munkar.
Menurut kebanyakan ulama secara Umum hukum dakwah adalah fardu kifayah, Artinya apabila telah dilakukan oleh Sekelompok orang, beban kewajiban itu Gugur dari yang lain.
Contoh, di sekolah ada sebagian siswa yang selalu berdakwah, dalam kondisi ini, kewajiban kita sudah gugur diwakili oleh mereka yang berdakwah.
tapi perlu diingat hadits Rasulullah :
*Barang siapa melihat kemungkaran ubahlah dengan tangan* _(tindakan/larangan/mencegah),_ *dengan lisan* _(ucapan/dakwah/nasehat),_ *atau ingkari dengan hati* _(meyakini itu salah dan tidak membenarkan perbuatan mungkar tersebut),_ *itu merupakan selemah-lemahnya iman* _(imanmu tak cukup kuat untuk mencegah kemungkaran)._
(HR. Muslim)
Imam Ali Ad-Daqqa berkata :
*siapa yang diam melihat kemungkaran, ia adalah setan bisu* _(membiarkan orang lain berbuat mungkar seolah-olah ia setuju atas kemungkaran tersebut)._
Ulama tanah air Buya Hamka juga berkata :
*Jika diam saat agamamu diinjak, gantilah bajumu dengan kain kafan* _(apa gunanya kita hidup jika membela agama Allah dengan perbuatan kecil pun tak mau)._
Ustadz Abdussomad Batubara
*"Lebih baik menjadi anjing ashabul Kahfi menjaga ulama, daripada menjadi orang yang mengkhianati ulama"* _menunjukkan betapa rendahnya prilaku seperti ini_
Meski begitu tak semua orang sanggup bersuara lantang untuk membela agamanya, atau bertutur halus untuk mengingatkan sesama, maka era digitalisasi harus dimanfaatkan oleh genZ untuk berdakwah melalui berbagai cara, mulai dari menulis buku dan mengetik di berbagai platform yang ada.
Dengan majunya teknologi, kita yang introvert juga bisa berdakwah, caranya?, kita sampai apa yang kita tau, ajak orang berbuat baik, dan cegah orang berbuat mungkar.
Untuk prakteknya tak harus turun ke lapangan, kita bisa lakukan secara online melalui berbagai platform, seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Disana kita bisa berdakwah dengan share video para ustadz dll, atau kita yang mengingatkan sesuai dengan apa yang kita tau.
Cara kita berkomunikasi di berbagai platform tadi adalah dengan mengetik.
Mengetik memang mudah, hampir semua orang dapat melakukannya, tapi tak semua diantara mereka yang bisa menjelaskan secara sederhana tentang apa yang ingin ia sampaikan.
Ngetik panjang lebar isinya blunder, yang lebih parah justru mengatakan
🗣 *(MENURUT SAYA)*
pertanyaanku *(Kau Siapa?).*
Jangan berpendapat/berijitihad tentang hukum jika kita masih awam, karena bisa saja orang menjadi salah paham, lalu berlanjut ke salah berbuat, dan menjadi sumber dosa jariah.
Dan yang mengerikan adalah ketika di akhirat kelak ia bisa saja menuntut kita *(karena dia aku berbuat salah maka timpakan azab kepadanya dua kali lipat)* hal ini pernah di sampai ustadz adi hidayat kurang lebih 4 tahun lalu.
Maka hati-hati dalam berdakwah, menyampaikan pesan ataupun memberi nasehat, jangan sampai kita memutuskan perkara halal haram, boleh atau tak boleh, berdasarkan pendapat sendiri.
Disaat inilah kita butuh pembekalan untuk berdakwah atau untuk berinteraksi menerima perbedaan pendapat.
*`Tapi sebelum itu, kita bahas dulu, apa manfaat dari berdakwah`*
Dalam Perang Khaibar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan bendera perang kepada Sayiduna Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, kemudian bersabda: *“Demi Allah, apabila Allah memberikan hidayah kepada seorang laki-laki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu lebih baik daripada engkau memiliki unta-unta merah.” (Muttafaq ‘Alaih).*
*Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits ini*, “yang dimaksud dengan unta yang merah adalah ia harta paling berharga bagi orang arab (saat itu). Dan mereka seringkali menjadikannya sebagai perumpamaan bagi sesuatu yang sangat berharga dan tidak ada yang lebih berharga darinya.
Kalo sekarang mungkin kira-kira kaya Ferrari ya
Rosulullah bersabda: "Barang siapa menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim, no 1893)
🗣 *`Tapi Aku Banyak Dosa Apa Pantas Untuk Berdakwah?`*
"Apakah kemaksiatanmu, menghalangimu menjadi penyeru (pengajak/dakwah) dijalan Allah? *Tidak,* jadilah penyeru (dakwah) dijalan Allah, siapa tau yang engkau seru ke jalan Allah melakukan apa yang telah engkau serukan, kamu tidak mampu melakukannya namun kamu membuat orang lain melakukannya"
*kata Syekh Mutawali Sya'rawi*
Teruslah berdakwah, Karena Amal yang bisa dirasakan oleh Oranglain lebih besar manfa'atnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri.
Walau tidak ada yang mau melihat atau merespon postingan nasihatmu, percayalah malaikat akan mencatat nya sebagai sebuah kebaikan dan semoga kebaikan itu menjadi pemberat timbangan amalmu diakhirat kelak.
Dari penjelasan di atas kita harus semangat dan tidak malu dalam berdakwah.
Tapi perlu kita ketahui bahwa, penceramah atau pendakwah itu suatu bencana kecuali bagi yang mengamalkan apa yang dia ucapkan, hal ini dijelaskan pula pada kitab ayyuhal walad imam Al-Ghazali.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَتَأْمُرُوْنَ النَّا سَ بِا لْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَاَ نْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتٰبَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
*"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri,* padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 44)
Jangan hanya menyampaikan tapi tidak mengamalkan apa yang kita sampaikan, na'uzubillah.
Ustadz Abdussomad Batubara juga pernah mengingatkan bahwa kita harus mengamalkan apa yang kita sampai walaupun sekali, agar saat menyampaikannya terasa ringan tidak menyipak/menendang kedalam/hati
Contoh orang yang bahas tahajjud tapi ga pernah tahajjud, pasti terasa di dalam hati bahwa ia belum pantas untuk menyampaikannya.
Sekarang kita mulai
*`PEMBELAKAN ILMU AGAMA`*
Sebelum berdakwah atau berinteraksi
Ustadz Abdussomad Batubara pernah mengajarkan cara belajar online, kita yang awam ini bisa membandingkan pendapat ulama.
*Misalnya, persoalan musik yang tengah viral saat ini*
*Aktifkan internet*
*Lalu search cari pendapat ulama*
buka pendapat buya yahya
buka pendapat k.h idrus ramli
buka pendapat Ustadz Adi Hidayat
buka pendapat Ustadz Abdussomad
Lalu Komparasikan/bandingkan mana yang sesuai dengan kita, dan pegang tanpa menyalahkan pendapat lainnya.
metode ini pernah dijelaskan Ustadz Abdussomad Batubara, beberapa tahun lalu, saat ditanya pendapatnya tentang Ustadz Adi Hidayat.
di kitab Ayyuhal walad
karya Imam Al-Ghazali
ada hal yang menarik
Tentang pertanyaan orang yang dungu
atau bodoh.
Orang dungu yang dijelaskan Imam Al-Ghazali adalah seperti orang yang baru menuntut ilmu akal dan syara',
dan dia bertanya mengkomplen seorang Alim/ulama yang telah menghabiskan umurnya dalam bidang ilmu akal dan syara'.
Si dungu/bodoh ini tidak mengetahui uraian masalahnya, dan menyangka permasalahan yang sulit baginya juga sulit bagi si Alim,
Kalau si dungu ini belum sampai kadar/level keilmuannya seperti si Alim, maka diperkirakan pertanyaannya (apa yang dia komplen tadi) berasal dari kedunguannya/kebodohan, maka pertanyaannya tidak perlu dijawab.
Sifat dungu seperti ini adalah salah satu dari tiga jenis penyakit jahil yang tidak dapat disembuhkan.
Hal ini disebutkan imam Al-Ghazali
dalam kitab Ayyuhal walad
karena dokter yang benar² pintar pun ga bakalan ngurusin orang yang udah ga ada harapan hidup.
Sedangkan dokter gadungan bakalan menyanggupi walaupun ia tau itu mustahil, biar apa?, biar dapet cuan oleh perawatan yang ia lakukan.
Begitu juga dengan dakwah, yang bener² paham ga akan menjawab kalau pertanyaan itu ga perlu dijawab atau dia ga paham jawabannya.
Sedangkan yang sok paham bakalan memaksakan dirinya, untuk menjawab meskipun dia ga paham inti dari permasalahannya, biar apa? biar dianggap pintar, dapat apresiasi.
ini ringkasan dari analogi yang disebutkan dalam kitab Ayyuhal walad karya imam Al-Ghazali.
Andapun kita harus menjawab suatu pertanyaan, kita yang awam jangan berpendapat, tapi mengutip pendapat dari ulama.
Misalnya :
🗣Kata UAS yang NU Mazhab Syafi'i kaya gini
🗣tapi kata UAH Yang muhamadiyah kaya gini jawabannya
🗣di kesempatan lain ada juga buya yahya jelaskan begini
🗣 sedangkan kata Gus baha begini, lebih mudah
Lebih ringan kan jawabnya?, atau ga harus sebut (kata siapa) asalkan kita ingat pernah dengar seperti ini dari ulama ini dan itu, ya kita sampaikan aja.
(Singkatnya sampaikan yang kita)
jangan sampai loss..
🗣menurut saya, itu ga haram
*kau siapa? Mazhab ke 5 kah? 🗿*
Tentunya kita berdakwah tetap dengan adab, jangan malu menerima pendapat orang lain, bahkan ketika kita mencari kebenaran kita ga peduli kebenaran itu keluar dari lidah siapa, yang jadi masalah ketika kita membahas sesuatu dan kita memaksakan harus kita lah yang menyelesaikannya
*Kalo kata UAH : Awas hati-hati*
*UFS : paham bapa ibu sekalian?*
🗣 *`Tapi Aku Ga Bisa Belajar Sendirian, Harus Ada Gurunya`*
iya bener, tapi guru yang dimaksud itu seperti apa?, karena ada tingkatan mengambil ilmu
yang paling tinggi ada
(sama' alias mendengar)
nah sama' ini terbagi 2
1. Guru membaca, murid mendengar
2. Murid membaca, guru setuju dengan yang dibaca oleh muridnya
Nah tingkat yang paling rendah namanya wijadah, sama seperti kita baca² google dpet hadist, itu tingkatannya wijadah, tetap sah cuma kualitas ny rendah karna kita bisa aja kurang paham apa yang kita baca
Kata Syekh Abdul Mun'in Bin Abdul Aziz
dngerin kajian lwat online itu termasuk kategori sama' (mendengar dari guru)
Dengan syarat :
Gurunya sedang live
alias gurunya mengajar dan kita mendengar diwaktu yang bersamaan, hanya saja terpisah oleh tempat, ya misalnya lewat google meet, via telpon, via zoom, apapun platform ny asalkan guru berbicara dan kita mendengar diwaktu yang sama itu termasuk (sama').
🗣mana dalilnya?
ketika Rosulullah kajian dll, para akhwat itu mendengarkan dari balik tirai, tanpa hadir secara langsung dihadapan Rosulullah, karna pada saat itu ikhwan yang di depan
Sedangkan kalau kita nonton video kajian yang udah lama, di tonton ulang itu sama kaya baca buku alias wijadah nama tingkatan ny.
Pendapat ini pernah di kutip
Ustadz Abdussomad Batubara
dalam tanya jawab kajian Riyadhus sholihin, jadi kalo mau protes atau ga terima, ya jangan ke aku 🐦
🗣 *`kamu itu harus berguru, ini nih bahayanya belajar tanpa guru blablabla`*
Ini contoh yang mengharuskan belajar langsung kepada guru, memang bagus, tapi kita ga bisa pungkiri bahwa belajar melalui buku juga sah.
jawab aja ke dia
"Besok² buku sekolah, dan kitab² yg kmu baca diluar pengajian di kembalikan aja ke tempatnya, karna pada saat itu kamu belajar sendiri tanpa guru kan??"
guru itu menjelaskan atau merincikan, atau mengurai yang susah untuk dipahami.
jawab aja ke dia
"Besok² buku sekolah, dan kitab² yg kmu baca diluar pengajian di kembalikan aja ke tempatnya, karna pada saat itu kamu belajar sendiri tanpa guru kan??"
guru itu menjelaskan atau merincikan, atau mengurai yang susah untuk dipahami.
UAS pernah ditanya tentang berguru, kata beliau guru itu ada di alam nyata, bukan mesin (google/animasi dll) malah beliau menyebutkan Gus baha buya yahya dll
ngaji online gk masalah, yg masalah itu online tapi ga ngaji 🐦
🗣 *`Tapi Aku Mau Ngaji Kitab, Bukan Ngaji Dari Tausyiah Karena Pembahasannya Standar Dll`*
Ok bagi yg sanggup ya pergi mondok, yang ga sanggup ya pergi ke majlis ilmu, ga sanggup juga? Ya baca buku, tapi kata mereka harus ada gurunya yakan?.
Yodah buka yt, ketik al bahjah TV
disitu bnyk kajian buya yahya dari beberapa tahun kebelakang
lalu klik playlist, dah scroll ke paling bawah, cari kitab² yang dibahas disitu
urutannya
Iman / aqidah / tauhid
Islam / syariat / fiqih
Ihsan / akhlak / tassawuf
Adab di atas ilmu, bener?
tapi iman juga didahulukan
mulai dari kitab
1. Aqidatul awwam (iman)
2. Bidayatul bidayah (adab)
3. Risalatul jami'ah (fiqih)
4. Safinatun najah (fiqih)
5. Ta'lim muta'alim (adab)
Lanjut kajian UAS
1. Aqidah Ahlussunnah waljamaah penjelasan sifat 50 k.h idrus ramli, bisa cek di yt UAS, playlist bagian bawah, dan nonton daru urutan paling bawah karena urutannya juga kebalik
2. Fiqih islam sulaiman rasyid, cek juga di yt UAS, playlist bagian bawah urutannya video ny jga terbalik
Setelah itu bisa kalian pilih mau kajian kitab apa di yt para ulama2 kita, ada banyak kok, kalau buka yt ulama, jangan cuma liat berandanya, buka bagian playlist, disitu ada bnyk kajian yang tematik.
Menuntut ilmu agama sangatlah penting, bahkan ilmu bisa saja menjadi penyebab amal bernilai pahala atau sebaliknya.
Sebagai contoh, orang yang rajin berpuasa diluar bulan Ramadhan, suatu ketika ia berpuasa pada hari tasyrik, karena tidak dibekali ilmu ia pun tak sadar bahwa perbuatannya telah memperoleh dosa.
Imam Al-Ghazali berkata : Umpamanya kalau seseorang memiliki sepuluh bilah pedang yang sangat tajam dan juga bermacam-macam senjata yang lainnya, dan dia adalah seorang yang berani serta sangat pandai dalam peperangan.
Lalu datang seekor singa yang garang dan langsung menyerangnya, maka apa pendapatmu?, apakah memiliki segala senjata tadi tanpa menggunakannya sudah cukup untuk menangkis serangan singa itu?.
Sudah tentu tidak.
Segala senjata itu akan bermanfaat apabila ianya digunakan oleh yang memilikinya, maka begitulah keadaan seseorang yang telah mengetahui ratusan ribu masalah ilmu, tetapi ia tidak beramal dengannya, maka segala ilmunya tidak akan bermanfaat kecuali setelah diamalkan (praktek).
Menuntut ilmu agama sangatlah penting, bahkan ilmu bisa saja menjadi penyebab amal bernilai pahala atau sebaliknya.
Sebagai contoh, orang yang rajin berpuasa diluar bulan Ramadhan, suatu ketika ia berpuasa pada hari tasyrik, karena tidak dibekali ilmu ia pun tak sadar bahwa perbuatannya telah memperoleh dosa.
Imam Al-Ghazali berkata : Umpamanya kalau seseorang memiliki sepuluh bilah pedang yang sangat tajam dan juga bermacam-macam senjata yang lainnya, dan dia adalah seorang yang berani serta sangat pandai dalam peperangan.
Lalu datang seekor singa yang garang dan langsung menyerangnya, maka apa pendapatmu?, apakah memiliki segala senjata tadi tanpa menggunakannya sudah cukup untuk menangkis serangan singa itu?.
Sudah tentu tidak.
Segala senjata itu akan bermanfaat apabila ianya digunakan oleh yang memilikinya, maka begitulah keadaan seseorang yang telah mengetahui ratusan ribu masalah ilmu, tetapi ia tidak beramal dengannya, maka segala ilmunya tidak akan bermanfaat kecuali setelah diamalkan (praktek).
*Imam Ibrahim bin adham* berjalan disuatu jalan dan melihat batu yang bertuliskan
"ilmu yang ada saja belum engkau amalkan, lantas mengapa engkau mencari tambahan-tambahan"
Baik segitu aja tentang manfaat dan pembekalan ilmu sebelum berdakwah bagi introvert
Sedangkan untuk materi tutorial dakwahnya sebagai berikut
Materi pertama :
*Pertama Kita Mulai Dari*
*Dakwah Via Whatsapp*
karna platform ini yang paling mudah dan yang paling sering digunakan oleh banyak kalangan
Gimana cara dakwah
via WhatsApp?
ada beberapa tipe
*Pertama Kita Akan Membahas*
*Dakwah Via Story Whatsapp*
Ini yang biasa orang² lakukan, tapi rasanya kurang afdol jika saat share konten dakwah via story dan ternyata tak sesuai ekspektasi, alias jumlah view tak sebanyak yang kita harapkan
pertama perlu di ingat bahwa
yang banyak belum tentu berkah
dan yang sedikit bisa jadi lebih ikhlas
maka terus upload mungkin dari 50 yang nonton, ada 1 orang yang tersentuh hatinya lalu berpotensi menjadi pahala jariah insyaallah
*Cara Meningkatkan Kualitas*
*Dakwah Di Whatsapp Adalah*
1. Perbaikan apa yang diupload, jangan sampai kita hanya mengupload video islami yang tak bermanfaat, misalnya seperti meme berbau islami namun tak ada pengajaran atau hikmah yang bisa kita ambil darinya, pastikan bahwa konten yang kita share tersebut berasal dari sumber yang valid, tidak sesat atau menyesatkan, dan tidak pula terpotong ditengah pembahasan, alias upload secara lengkap, misalnya ada video yang berdurasi 45detik, maka upload 2kali, yang pertama di awal video dan yang kedua di akhir video, agar pemahaman kita atau orang lain tentang apa yang kita sampaikan tidak sebagian saja
2. Tingkatkan jangkauan
Kita bisa meningkatkan jumlah jangkauan story kita dengan memperbanyak kontak whatsapp kita
*Ada Beberapa Cara Untuk Meningkatkan Jangkauan Alias Memperbanyak Jumlah View Story Kita*
1. Save keluarga kerabat teman sahabat dan lainnya, tentu kita ingin dakwah ini tak hanya pada sodara seiman tapi juga sodara serahim, maka dari itu save kerabat kita
2. Join grup islami atau komunitas, dan chat satu-persatu membernya untuk minta save kontak, kalian bisa pakai cara yang sopan tentunya dengan salam dan bismillah, lalu pakai kata² yang baik dan benar, misalnya *afwan kak izin save untuk nambah kontak insyaallah bakalan dakwah via story, nama kk siapa?*
3. Pastikan untuk save kontak tersebut ke akun google kalian, karna SIM card punya batas, dan penyimpanan internal HP pun bisa saja terhapus saat HP di reset, maka dengan save ke akun google akan lebih aman dan tak perlu takut kehilangan kontak, selagi akun google ny juga aman yah
4. Bersih-bersih kontak yang tidak lagi aktif, kalian bisa klik icon pesan chat yang ada di bawah kanan, lalu scroll daftar kontak, yang paling bawah tertera tulisan (undang) maka kalian bisa hapus kontak tersebut, dan mulai lagi untuk save kontak yang baru
🗣kenapa harus save orang
dari orang di grup islami?
biasanya orang dalam grup seperti ini yang sefrekuensi dengan kita, yang sama² beriman, tapi mungkin iman ny berbeda-beda, ada yang tinggi standar dan rendah, maka hal ini akan memperkecil kemungkinan untuk mendapatkan kata-kata yang tak pantas yang bisa saja dilontarkan dari orang yang tak sefrekuensi dengan kita
🗣kalo save orang yang gk sefrekuensi gimana?, yang awan mungkin jauh dari agama?
ya gak ada salahnya hanya saja kita harus kebal dengan ucapan yang mungkin tak pantas untuk didengar, yah berdakwah pada yang belum menerima hidayah memang lebih utama maka silahkan save sebanyak mungkin
tapi perlu diperhatikan
kalian bisa membisukan story mereka, khawatir ada hal yang tak pantas ada disana, seperti aurat ataupun kemesraan dengan pasangan non mahrom ny, ataupun yang lainnya
Materi ke dua
*Selanjutnya Yang Kedua Adalah*
*Dakwah Via Saluran Alias Channel Whatsapp*
kita semua tau kalau WhatsApp sudah mengeluarkan fitur baru yaitu channel atau WhatsApp, ya contohnya seperti yang ku pakai ini
sistemnya lebih mudah
dan tanpa batas untuk followersnya
dan yang paling penting (gratis)
fitur ini memungkinkan kalian berdakwah sama halnya seperti di media sosial lainnya, hanya saja channel WhatsApp dapat lebih mudah di akses oleh siapa saja dan peluang dakwah kalian tersampaikan juga lebih besar
hal yang harus kalian lakukan
1. Buat channel, dengan nama yang singkat namun jelas dan menarik
2. Buat deskripsi dengan complicate jelas dan tanpa bertele-tele, sampaikan tentang channel kalian ini, mungkin bisa dengan mengutip ayat hadits atau kalam ulama
3. Ajak teman-teman kalian untuk follow terlebih dahulu, dan berikan link untuk mereka sebarkan melalui story
4. Rutin posting, jangan pernah kosong walaupun sehari, karna semakin banyak yang kalian post akan semakin berpeluang postingan itu akan di share oleh followers kalian ke story ataupun grup dan sebagainya
5. Posting hal yang bermanfaat dan bisa menjadi amal jariah, seperti ayat untuk di Tafakkur'i, atau hadits untuk dipahami, dan kalam ulama untuk di resapi, bahkan quotes untuk memotivasi
6. Jangan terlalu sering, berikan jangka waktu, setidaknya sampai sebagian followers telah membaca atau melihat apa yang kalian kirim sebelumnya
7. Fokus pada pesan text, dan kurangi video atau foto dalam channel, karna text akan lebih mudah menjangkau orang yang mungkin saja terkendala jaringan ataupun kuota, dan pesan text juga lebih mudah untuk di share ke grup-grup lainnya karna tak hanya kalian yang menginginkan amal jariah, tapi followers kalian juga tentu ingin ambil bagian bukan??
8. Jangan bergantung pada followers untuk membagikan/share apa yang kalian posting, tapi berusahalah untuk membagikan/share postingan kalian sendiri ke story ataupun ke grup-grup islami
10. Pastikan kalian membagikan/share dengan cara yang benar, bukan dengan disalin/copy, tapi dengan mengklik tahan dan tekan tanda panah ke kanan yang ada di atas, lalu pilih grup atau story
11. Promosikan, kalian bisa minta bantuan teman atau orang yang kalian kenal untuk membagikan/share link channel WhatsApp kalian, pastikan kalian harus menjelaskan apa tujuan dan manfaat bagi orang yang akan follow channel WhatsApp kalian, jangan sampai kalian hanya mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu yang orang tersebut tak memahaminya
perlu di ingat kembali
yang banyak belum tentu berkah
yang sedikit bisa jadi lebih ikhlas
luruskan niat karna Allah Ta'ala
jangan sampai berdakwah hanya sekedar mencari pengakuan pembuktian ataupun yang lainnya
🗣terus kalau aku dapet uang dari media dakwahku gimana?, misalnya endorse ataupun yang lainnya, apa ini jadi tanda ga ikhlas??
singkatnya
saat diberikan upah dia semangat
dan saat tak mendapatkan upah ia hilang semangat, maka hal ini jadi tanda rusaknya niat, jadi perbaiki lagi, refreshing niatnya
orang yang tawakkal itu
banyak atau sedikit ia tak memperdulikannya karena keduanya datang dari Allah
untuk lebih jelasnya tentang hal ini kalian bisa scroll ke atas dan baca materi dakwah onlinenya, di penghujung materi ada sesi tanya jawab dan insyaallah pertanyaan dan jawaban relevan dengan apa yang kita rasakan
wallahualam bishawab
barakallah fiikum
Materi ketiga :
*Selanjutnya Yang Ketiga Adalah Dakwah Berbagai Grup*
di pembahasan kali ini cukup simpel kalian cukup join berbagai grup komunitas ataupun umum sebagai sarana sharing didalamnya, kalian bisa dengan meng-arsip-kan grup-grup tersebut sehingga kalian tak mudah tergantung dengan notifikasinya
🗣bagaimana cara join grup sedangkan kita tidak memiliki linknya?
gampang, kalian tinggal minta bantuan kepada admin salah satu grup komunitas untuk mencarikan link grup dari komunitas lain
🗣kok bisa? dia dapat dari mana?
biasanya setiap grup komunitas akan saling terhubung dengan adanya kajian mediapartner, dan tentunya para admin akan memiliki akses kepada admin komunitas lainnya
jika kalian mengenal admin tersebut maka itu akan sangat mempermudah kalian untuk dapat dibantu olehnya
🗣tapi setiap di arsipkan selalu muncul lagi di beranda WhatsApp
*Solusinya*
1. Klik titik 3 di pojok kanan atas
2. Pilih setelan (setting)
3. Pilih *Chat*
4. Enable (aktifkan) tetap arsipkan chat
🗣tapi foto video yang orang lain kirim justru masuk ke galeri
*Solusinya*
1. Klik titik 3 di pojok kanan atas
2. Pilih penyimpanan dan data
3. Dibagian bawah ada 3 pilih unduh/download, kalian tinggal klik dan nonaktifkan semuanya dari menunduh/mendownload media/foto/video melalui koneksi apapun itu
🗣terus apa?
1. kalian bisa salin materi atau foto video kapan untuk di share ke semua grup tersebut, pastikan kalian share disaat yang tepat, tidak saat berlangsungnya kajian ataupun disaat ada pembahasan spesifik/tertentu
2. kalian bisa mulai dengan 10 grup, lalu share foto video dakwah kalian disana, pastikan kalian share bukan mengirim ya
3. Mulailah dengan mengkirim kesalah satu grup terlebih dahulu lalu share/teruskan ke grup lainnya untuk menghemat kuota dan waktu
4. Kalian bisa mengkombinasikan dengan tutorial channel WhatsApp sebelumnya, yaitu dengan membuat channel WhatsApp dan buat postingan/pesan yang akan kalian share ke grup-grup tersebut
5. Selain mendapatkan followers baru untuk memperluas syiar dakwah kalian, itu juga bisa menjadi sarana bagi kalian untuk menjangkau lebih banyak orang meskipun channel kalian belum berkembang
Barakallah fiikum
Materi ke-empat :
Untuk ig ku bahas singkat ringkas saja, karena belum ada kesempatan untuk di buatkan materi seperti materi dakwah via whatsapp di atas
1. Rutin upload, meskipun sehari sekali, atau untuk lebih berkembang kita bisa upload 3 kali sehari, pagi siang malam, kaya minum obat ya 🐦
2. Sumber konten juga harus diperhatikan, hindari download reels ig untuk di upload ke reels ig juga, karena jelas video tersebut akan kalah dari video serupa yang lebih dulu di upload, sebagai solusinya kalian bisa download video dakwah dari tiktok, yt short dll, dan pastikan tanpa watermark, kalian bisa salin link dan paste ke website snaptik
3. Kualitas konten juga harus diperhatikan, jangan sampai kontennya blur, tapi di balik itu semuanya, audio atau suara lebih penting dari sekedar gambar, jadi usahakan audionya pas tanpa adanya suara musik yang terlampau tinggi ataupun suara pendakwah (ustadz dll) tersebut yang terlambat kecil atau bergetar alias ga jernih
4. Isi konten juga harus kita perhatikan, jangan upload sebagian video, karena bisa saja itu menjadi penyebab gagal paham, misalnya seperti kasus ustadz adi hidayat, video 2jam di cut 2menit, anehnya dia yang upload juga ga paham itu kajian atau pengkajian 🐦
5. Durasi konten, kalau dulu video reels haya terbatas 1menit 30detik, tapi sekarang udah bisa sampai 3menit alhamdulillah, tapi perlu diingatkan video yang panjang kurang cocok untuk sosial media, apalagi yang scroll scroll, bisa ga betah nontonnya
Penyelesaiannya upload yang singkat tapi jelas, misalnya 30detik, sampai 1menit
6. Durasi pendek sangat berpengaruh, misalnya video meme dakwah yang memberi pesan-pesan tertentu atau video quotes, buatlah dengan durasi singkat, 5 sampai 10 detik, karena hal itu bisa buat penonton menonton video kita secara berulang kali, alhasil dari 1 orang kita bisa dapat 2 sampai 3 view akibat pengulangan itu, dan total view yang banyak ditambah penonton yang menyimak sampai akhir bisa jadi penyebab video kita fyp
Wajar sih, kan video ny singkat, alhasil bisa keulang-ulang otomatis penonton nyimak sampe abis, paham kan logikanya?

Komentar
Posting Komentar