Pembekalan Sebelum Berdakwah, komunitas Asy syahid

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُلِلَّهِوَالسَّلاَمُعَلَىرَسُوْلِاللذَهشسَيِّدِنَاوَمَوْلاَنَامُحَمَّدِبْنِعَبْدِاللَّهِأَمَّابَعْدَهُ
"Puji syukur kepada Allah, doa selawat serta keselamatan biar selalu dicurahkan kepada Rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah."

insyaallah kali ini saya akan menyampaikan materi sebagai pembekalan sebelum berdakwah. 

Mungkin banyak yang beranggapan dakwah itu adalah tugas ustadz alim ulama dan sebagainya, ingat bahwa dakwah masih bersifat umum. 

Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, atau himbauan dan hidangan. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan atau ajakan, Agama Islam disebarkan melalui jalur dakwah (mengajak)

bedakan antara ngajak
dan ngajar

ngajar itu tugas ustadz alim ulama kiyai buya tuan guru habib dan sebagainya. 

tapi untuk ngajak itu sifatnya umum, siapa saja bisa mengajak selagi ajaknya bukan pada hal yang dimurkai Allah

• 

dakwah juga pernah dijelaskan UAS dalam podcastnya bersama Daniel mananta. 

Singkatnya, Dakwah itu adalah ajakan untuk makan bersama atau (hidangan)

sebagaimana cara tuan rumah mengajak tamunya untuk makan, seperti itulah kita berdakwah
1. Santun
2. Lembut
3. Tidak memaksa

siapa saja bisa berdakwah
karena dakwah itu ngajak pada kebaikan, kita yang awam sebaiknya mengajak orang bukan mengajar orang. 


*`Lalu apa salah satu keutamaan dakwah?`*

> Dalam Perang Khaibar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan bendera perang kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, kemudian bersabda:
“Demi Allah, apabila Allah memberikan hidayah kepada seorang laki-laki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu lebih baik daripada engkau memiliki unta-unta merah.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
> (bukhari muslim)

> Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits ini,
“yang dimaksud dengan ‘Unta merah’, pada saat itu harta alias kendaraan paling berharga adalah unta yang merah, Dan mereka seringkali menjadikannya sebagai perumpamaan bagi sesuatu yang sangat berharga dan tidak ada yang lebih berharga darinya. 

> ini sebagai perumpamaan bahwa begitu berharganya ketika orang lain mendapatkan hidayah dari Allah melalui perantara kita, alias kita yang mengajaknya. 

> Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata dalam menjelaskan hadits ini,
“jika orang alim dapat memperoleh pahala yang lebih baik dari onta merah apabila ia menjadi sebab seseorang mendapat hidayah, maka bagaimana dengan orang yang setiap harinya menjadi sebab hidayahnya banyak orang.”


Menurut kebanyakan ulama secara Umum hukum dakwah adalah fardu kifayah, Artinya apabila telah dilakukan oleh Sekelompok orang, beban kewajiban itu Gugur dari yang lain.

Contoh, di sekolah ada sebagian siswa yang selalu berdakwah, dalam kondisi ini, kewajiban kita sudah gugur diwakili oleh mereka yang berdakwah.

> jadi bisa kita simpulkan bahwa dakwah itu adalah mengajak pada kebaikan dan kewajiban bagi kita semua alias fardhu kifayah
misalnya mengajak seperti Suami ngajak istri, istri ngajak anak, anak ngajak sodara, teman ngajak teman dan sebagainya

> Banyak orang mengira bahwa dakwah itu terbatas pada tabligh akbar, tausyiah, tazkiyah dan kajian, padahal dakwah bisa dimana saja

Apalagi di zaman sekarang ada banyak sarana untuk berdakwah sudah tersedia, hanya saja terkadang kita enggan untuk berdakwah dan mencari-cari alasan untuk menghindar dari dakwah. Padahal kita tidak tahu, mungkin Allah membuka hati dan memberikan hidayah kepada orang lain melalui sedikit ilmu yang kita sampaikan tanpa kita sadari


*Terus Kok Dakwah Via Sosmed? Untungnya Apa??*

Habib Umar pernah ditanya
*Kenapa perlu berdakwah di sosial media?*
*beliau menjawab : karena anak muda lebih banyak di sosial media daripada di masjid.*

> bayangin tablig akbar di masjid yang datang sampai 1000 orang, kalau masjidnya besar insyaallah bisa lebih lagi

> tapi ketika acara tersebut di rekam lalu di upload bagian² pentingnya maka ada kemungkinan video tersebut ditonton oleh lebih banyak orang baik yang sudah hadir atau yang berhalangan hadir, baik yang sudah beriman ataupun yang belum beriman

Rosulullah bersabda : "Barang siapa menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim, no 1893)

begitupun kita, semoga dengan adanya komunitas ini bisa menjadi sarana dakwah bagi para admin, dan opsi atau pilihan untuk mengaji bagi saudara saudara seiman kita yang mungkin memiliki keterbatasan waktu dan tempat untuk hadir di majlis ilmu, maka kita menghadirkan kajian online. 

> kita berusaha membangun komunitas agar menjadi jamaah alias berkelompok, jangan sampai hijrah sendirian karna serigala hanya menerkam domba yang memisahkn diri dari kelompoknya

Disaat tak ada kegiatan yang kita lakukan, suasana pun terasa sepi, disaat itulah setan mulai menghasut agar kita berpikir ataupun berkeinginan melakukan maksiat. 

- Diharapkan komunitas ini dapat menjadi jalan dakwah kita, sebagai ladang amal jariah, melalui kajian kajian yang kita adakan nantinya. 

Baik itu dia mukadimah kita yang telah di susun oleh salah satu admin di komunitas ini.
Selanjutnya kita akan memasuki pembekalan.


Baik kita ke point utamanya

*`1. POINT PERTAMA YAITU NIAT IKHLAS DALAM BERDAKWAH`*

AMAL ITU SESUAI NIATNYA
.
➡️ berdasarkan hadits yang masyhur dari ‘Umar bin Al-Khotthob rodhiyallahu ‘anhu , ia berkata bahwa ia mendengar Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,
.
‎إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ 
Innamal a'malu binnyyat

“Sesungguhnya setiap amalan (perbuatan) tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)


*LALU NIAT YANG HARUS KITA PERBAIKI SEPERTI APA?*

Kita ambil 2 kaidah dari Kitab FIQIH Ad Da'wah Menurut syaikh Ibnu Taimiyyah, yang ditulis oleh Syaikh 'Abid bin 'Abdillah Ats Tsubati.

➡️ Contoh 1:
Tak boleh seseorang berdakwah dengan niat karena ingin mendapatkan keuntungan dunia, atau hanya sebatas ingin mendapatkan ketenaran, dan maslahat-maslahat dunia yang lainnya.
.
> Walaupun dengan nama-nama amar ma’ruf nahi munkar, kalau ternyata niatnya hanya karena dunia, karena itu semua tidak akan dinilai oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala, Allah tidak akan menerima suatu amal kecuali yang benar benar ikhlas karena-Nya.


➡️ Contoh 2:
Tak boleh kita menyuruh kepada kebaikan atau melarang dari kemunkaran hanya sebatas karena ingin riya atau membela diri atau mencari kedudukan atau mencari ketenaran.

> Maka kalau kita share kajian di media sosial atau sebagai admin atau siapapun yang ingin berdakwah dengan cara menshare ilmu hendaklah ia berusaha ikhlas mengharapkan ridho Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Tentunya setelah memeriksa kebenaran dari hal yang kita share tersebut. 

Baik itu dia 2 kaidahnya


- Lalu bagaimana cara simpel untuk mengukur diri kita apakah kita ikhlas atau tidak dalam berdakwah? 
*Caranya adalah dengan melihat view atau jumlahnya*

> orang yang ikhlas tidak ada bedanya antara yang sedikit dan yang banyak baginya, karena keduanya ia lakukannya karena 

Jika jamaah atau viewnya sedikit ia tak merasa kecil hati karena dia meniatkan karena Allah dan mengharapkan balasan dari Allah

Jika view atau jamaahnya banyak pun ia tak terlalu merasa bangga atau kegirangan karena ia tau bahwa sedikit atau banyak itu karena Allah bukan karena dirinya


*`JIKA SUDAH LILLAH TIDAK AKAN LELAH`*
Mungkin nanti saat kita melaksanakan kajian ataupun kegiatan dalam grup tak banyak yang hadir dikarenakan kesibukan pribadi mereka, jadi kita akan tetap melaksanakan kajian walaupun yang hadir hanya 5 orang saja. 

> Tetap semangat berdakwah karna yang banyak belum tentu berkah, dan yang sedikit bisa jadi lebih ikhlas. 



*`2. POINT KEDUA ADALAH KOMUNIKASI ANTARA ADMIN`*
Hindari canggung dan jauhi perkataan yang dapat menyinggung admin lainnya. 

Semisal saat kita mengalami kendala dan tak dapat bertugas hari ini, solusinya adalah dengan memberi kabar di grup admin, 

*Beri Kejelasan Misalnya*
🗣Assalamu'alaikum kak hari ini aku gabisa bertugas, ada kesibukan dari pagi sampai malam, mohon izin ya, admin lainnya ada yang bisa gantikan tugas ku hari ini ga?, kalau ada nanti kita tukeran tugas, besok aku kerjain tugas kamu. 

> jadi kita beri kabar dan alasan kenapa kita tak dapat menjalankan tugas, setelah itu kita bisa meminta bantuan admin lain untuk menggantikan kita, sebagai gantinya kita juga mengerjakan tugas si admin tadi, agar sama-sama meringankan. 


Contoh lainnya adalah ketika adanya kendala di grup
> seperti perdebatan ataupun pertanyaan, jika ada yang bertanya di grup, diharapakan siapa saja admin yang melihatnya segera tag admin pembimbing, atau member yang sekiranya dapat menjawab pertanyaan tersebut. 

jika tak ada respon kalian bisa salin dan kirim ke grup admin, barangkali ada admin yang dapat menjawabnya, dan kalian bisa share ke grup lagi dengan tag orang yang bertanya. 

Selanjutnya adalah saling mengingatkan, mungkin diantara admin ada yang lupa tentang tugasnya, tanpa basa basi kita ingatkan

Dan tentunya saling memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan komunitas serta meningkatkan semangat para admin

Jangan salah ya, kita semua 
bersaudara berdasarkan
 (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 10)
dan harus saling menyayangi memberikan perhatian sebagaimana hadits 
[Bukhari, no13 dan Muslim, no 45]
atau urutan ke 13 di Arbain an Nawawi

jadi kita harus saling mengerti, jangan egois, jangan hanya karena hari ini bukan jadwal kita bertugas justru membuat kita enggan untuk membantu admin lain yang tengah mengalami kendala

Baik itu dia pembekalan bagi admin, sekarang kita akan masukin tugas² para admin





Komentar